Sang Menteri di Rawa Itu

Saya dengar ada Menteri yang marah-marah. Sesuatu yang tampak sangar, namun sangsi dan nyaris percuma. “Mana izin Amdalnya untuk bikin kanal-kanal ini,” teriak Menteri. Seseorang menyahut dengan sumbringah, “Izin-izinnya sedang dalam proses Pak”.

Tak Ada Bordon Atau Alves

Ladang minyak, emas dan perburuan, menghancurkan kedamaian sebuah desa kecil di tengah rimba raya Ekuador. Seorang kakek tua dengan novel-novel cinta picisan di tangan yang didapatnya dari rumah bordil hilir sungai, pasrah ketika dirangsek peradapan yang menembus hutan mereka.

Di Bawah Demokrasi Yang Tragis

Saya awali catatan ini dari obrolan warung kopi. Saya menyebut diskusi kami sebenarnya proletariat, progresif mewakili kelas sosial yang ganjil, meski belum pantas menjadi kekuatan dalam sebuah gerakan revolusioner. Tetapi membebaskan negeri ini dari keadaan setengah feodal dan setengah kolonial

Sampah Visual dan Vandalisme Politik

Bukan lagi barang baru ketika kampanye politik berbentuk baliho memenuhi ruang publik. Monotisme pesan verbal-visual ditampilkan paritas oleh semua iklan politik lewat senyum narsis, gambar dirinya yang gagah, kental akan kesukuan, adat dan budaya atau nasionalisme sejati. Pada intinya, yang ingin disampaikan adalah

Mitos Dibalik Kenaikan Harga BBM

Sempurna sudah liberalisasi migas oleh asing. Kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM adalah bagian dari paket liberalisaasi migas sektor hilir - setelah sebelumnya, liberalisasi itu sukses disektor hulu migas sejak masuknnya investor asing dalam mengeksplorasi migas di Indonesia.

ARSIP